The Substance, Bukti Totalitas Akting Artis Senior Hollywood Demi Moore

 

Dok. IMDb

Pada tahun 1990-an Demi Moore ngetop banget berkat aktingnya yang mendayu-dayu dalam film horor romantis Ghost. Film ini booming sekali di segenap penjuru dunia mulai dari gaya rambut Demi yang cepak tapi manis, adegan romantisnya bersama Patrick Swayze tengah memahat patung, dan soundtrack Ghost yang mendayu-dayu bikin hati meleleh. Sontak Demi naik kelas drastis menjadi aktris kelas A Hollywood. Waktu itu dia masih menjadi istri Bruce Willis.

 

Demi kemudian bermain dalam berbagai film berbudget tinggi sebagai pemeran utama, namun belum ada yang menyamai kesuksesan perannya dalam film Ghost. Perceraiannya dengan Bruce Willis membuat karir aktingnya kembang-kempis, hingga dia mulai dikenal kembali lewat perannya sebagai aktris pendukung di sekuel Charlie’s Angels: Full Throttle.

 

Tak dinyana di usianya yang menginjak 61 tahun, Demi mendapat peran yang sangat menantang dalam film The Substance yang bergenre body-horror. Wow, genre apa ini? Baru denget. Kita kulik sekarang, yuk. :D

 

The Substance ditulis dan disutradarai oleh wanita jenius bernama Coralie Fargeat. Artis-artis yang dipilih untuk membintangi film ini antara lain:

Demi Moore sebagai Elisabeth Sparkle

Margaret Qualley sebagai Sue

Dennis Quaid sebagai Harvey

 

Elisabeth Sparkle merupakan aktris peraih Oscar yang fokus berkarir sebagai host acara aerobik ternama di sebuah stasiun TV Amerika Serikat. Puluhan tahun acara tersebut menjadi favorit banyak orang hingga kemudian Elisabeth menginjak usia 50 tahun dan didepak oleh Harvey, produser TV. Elisabeth kemudian menemukan sebuah iklan di surat kabar tentang audisi mencari host acara aerobik sebagai pengganti dirinya.

 

Merasa hidupnya sudah tak berguna akibat usia tua, Elisabeth memutuskan untuk membeli produk bernama The Substance yang bertujuan mengkloning dirinya dalam bentuk lebih muda. Produk itu dikirim berupa ampul-ampul, jarum suntik, dan tutorial yang harus dieksekusi sendiri oleh si pemakai. Jadilah Elisabeth menyuntikkan ampul berisi zat misterius dalam tubuhnya. Beberapa saat kemudian terasa tubuhnya bagai mau meledak. Wanita itu terjatuh dan tak sadarkan diri. Kulit punggungnya robek vertikal dan keluarlah gumpalan daging yang perlahan-lahan berubah menjadi gadis cantik mirip Elisabeth dalam versi jauh lebih muda, mulus, dan seksi.

 

Jiwa Elisabeth merasuk dalam tubuh gadis itu. Berdasarkan tutorial yang diberikan, setiap hari gadis kloningan itu harus menyuntik darah dari tulang belakang Elisabeth untuk disuntikkan ke dalam tubuhnya sendiri supaya tetap fresh. Kalau tidak, si gadis akan mengalami pendarahan. Setelah satu minggu rutin melakukan aktivitas tersebut, dia harus melakukan transfusi pada tubuh Elisabeth sehingga sadar kembali untuk regenerasi sel sedangkan tubuh kloningannya tidur.

 

Semula kerja sama Elisabeth dan kloningannya yang diberinya nama Sue, baik-baik saja. Sue mengikuti audisi host acara aerobik dan terpilih menggantikan Elisabeth. Acara baru itu sukses besar. Sue terkenal di mana-mana. Elisabeth yang semula merasa senang jadi cemburu. Apalagi ketika Sue semakin tenggelam dalam ketenarannya dan mengambil jadwal Elisabeth untuk regenerasi sel. Ya, Sue mengambil darah dari tulang belakang Elisabeth berkali-kali supaya tubuh cantiknya bisa bertahan lebih dari satu minggu. Sue berpesta pora, main cowo, benar-benar menikmati gaya hidup hedon.

 

Elisabeth yang terbangun beberapa minggu kemudian sangat jengkel melihat apartemennya kotor dengan bekas-bekas makanan dan minuman beralkohol akibat pesta pora Sue. Apalagi waktu melihat bagian tubuhnya mulai ada yang membusuk akibat dibiarkan tidur terlalu lama oleh Sue dan malah diinjeksi terus darahnya demi kesegaran tubuh Sue. Rasa benci mulai menggerogoti hati Elisabeth hingga mempengaruhi kesehatan mentalnya.

 

Apa yang dilakukan Elisabeth selanjutnya? Bisakah dia menghentikan ulah Sue?

 

The Substance mendapat penghargaan skrip terbaik 2024 pada Festival Film Cannes di Perancis. Film ini memang bagus sekali. Alur ceritanya runtut mulai dari kejayaan Elisabeth Sparkle, upaya dia mempertahankan eksistensi, hingga segala yang direncanakan tak berjalan sebagaimana seharusnya. Akhir cerita juga dibuat benar-benar tuntas dan menimbulkan kegetiran yang teramat sangat. LLL

 

Metafora banyak ditampilkan dalam film ini. Misalnya waktu Elisabeth mencapai masa keemasan karirnya, namanya diabadikan dalam Hall of Fame Hollywood. Banyak pujian dicurahkan padanya. Namun lambat-laun popularitasnya menurun, papan namanya tersebut diinjak-injak orang tanpa peduli, kena kotoran, dilempari sampah, dan lain-lain. Waktu Sue ngetop lewat acara aerobiknya terungkap bahwa pengambilan gambar video lebih difokuskan pada siluet tubuh seksinya yang menggoda, gerakan-gerakan aerobik yang mengarah pada seksualitas, dan sejenisnya yang cenderung menjadikan wanita sebagai objek fantasi seksual kaum pria.

 

The Substance sangat direkomendasikan bagi yang suka menonton film-film bertema narsistik, mental health, kehidupan yang hedon dan penuh kemunafikan. Film ini diperuntukkan bagi golongan usia 21 tahun keatas, karena menampilkan banyak adegan tubuh polos dan berdarah-darah.

 

Film Women from Rote Island Menyuarakan isu Kekerasan Seksual pada Perempuan

Isu Verbal Bullying Dikupas secara Apik dalam Film Sampai Nanti, Hanna!

 


Komentar