![]() |
| Youtube: Sahabat Bicara @cherrylhatumesen |
Kali ini podcast Sahabat Bicara yang dipandu host Cherryl Hatumesen di Youtube mengundang Coach Lex dePraxis sebagai narasumber. Beliau adalah seorang Love and Relationship Coach, yaitu pakar profesional yang mengedukasi tentang hubungan cinta.
Masalah perselingkuhan banyak ditangani Coach Lex. Biasanya yang menjadi klien adalah si korban, bukan pelaku. Korban yang pada umumnya adalah wanita kerap mengeluh dan meminta saran bagaimana agar pasangannya berubah, tidak selingkuh lagi. Jawaban yang sering dikemukakan Coach Lex sederhana, yaitu bahwa dirinya bukan tukang sulap yang bisa merubah kebiasaan orang berselingkuh. Karena niat untuk ‘sembuh’ dari kebiasaan selingkuh itu harus muncul dari dalam diri pelaku, bukan korban. Hmm...masuk akal, sih.
Dengan diplomatis Coach Lex mengungkapkan bahwa ada cara lain yang lebih tepat dilakukan, yaitu merubah diri si korban. Apa maksudnya?
Menurut konselor yang sangat berpengalaman ini, self esteem korban perselingkuhan harus ditingkatkan. Caranya dengan mengembangkan value atau nilai diri. Mempelajari hal-hal penting untuk upgrade kemampuan atau skill, memperluas sosialisasi, hingga mampu mempunyai penghasilan sendiri. Sebisa mungkin pekerjaan rumah tangga diminimalisir sehingga lebih fokus dalam mengembangkan diri sendiri. Penampilan fisik juga wajib diperbaiki. Intinya buatlah agar pasanganmu yang hobi berselingkuh menyadari betapa berharganya kamu sehingga tak mau kehilangan dirimu!
Hal ini dapat memicu keinginan pasangan untuk ‘sembuh’ dari kebiasaannya berselingkuh. Saat itulah waktunya dia dibawa ke konselor demi mendapatkan pertolongan. Karena dari dalam hatinya sudah ada niatan untuk berubah, maka kemungkinan besar kebiasaan buruknya berselingkuh bisa sembuh dan perilakunya bisa jauh lebih baik daripada sebelum berselingkuh. Wow!
Menurut Coach Lex, selingkuh itu ada dua macam: yang direncanakan dan tak direncanakan. Yang disebut terakhir ini bisa terjadi karena si pelaku merasa tak mendapatkan apa yang dibutuhkannya dari pasangan. Dia lalu curhat sama teman atau rekan kerja, lama-lama jadi intens dan dua belah pihak merasa nyaman, hingga akhirnya ya sudah...nyebur aja sekalian berdua. Haizzz....
Oleh karena itu hubungan cinta wajib dipupuk supaya getarannya tetap terasa. Bukan hanya komitmen semata yang ujung-ujungnya bakalan hambar. Memupuk hubungan cinta itu kuncinya dengan komunikasi. Nah, masalahnya komunikasi yang bagaimana?
Ada tiga tahap komunikasi yang sehat antar pasangan, yaitu:
1. Masing-masing menceritakan apa yang dialami dan dilakukan pada hari itu. Diceritakan secara santai pada saat sedang berdua dan dalam keadaan rileks. Cerita remeh-temeh seperti pada teman atau sahabat.
2. Flirting atau bersikap genit dan menggoda pada pasangan, seperti waktu awal-awal dulu pacaran. Hal ini perlu rutin dilakukan demi menimbulkan kembali getaran-getaran yang dulu pernah ada. Tak perlu malu meskipun sudah menikah lama. Flirting akan membuat pasangan merasa diinginkan dan rasa percaya dirinya naik.
3. Deep talk, yaitu mengutarakan hasrat, impian, inspirasi, dan isi hati pada pasangan. Ini akan membuat hubungan makin mendalam karena jadi lebih memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan pasangan.
Dengan mengaplikasikan tiga tahap diatas niscaya kebutuhan untuk saling berbagi dengan pasangan akan terpenuhi. Hal ini bisa meminimalisir munculnya rasa nyaman berkomunikasi dengan orang lain dibanding dengan pasangan sendiri. Akibatnya kemungkinan tergelincir dalam perselingkuhan juga lebih kecil.
Bagi yang tertarik menonton acara bincang-bincang Sahabat Bicara dengan tema perselingkuhan ini, silakan langsung cus ke Youtube. Banyak hal yang dikupas tentang perselingkuhan dan bisa menjadi pembelajaran dalam menjaga hubungan. Obrolannya lugas, santai, lucu, tapi berisi.
Mau Hidup Tenteram? Coba Praktikkan Stoikisme ala Henry Manampiring
Pola Asuh Berdampak Besar terhadap Mental Health Anak hingga Dewasa

Komentar
Posting Komentar