![]() |
| Dok. Youtube: Christina Lie |
Di Youtube ada podcast Christina Lie yang kerap membahas tentang berbagai jenis bisnis. Narasumber yang ditampilkan adalah orang-orang yang berpengalaman di bidangnya. Kali ini kita akan kulik kiat-kiat pebisnis muda Marion Liman dalam menjalankan bisnis es krim merek M yang sudah menjamur di negeri ini sebagai waralaba minuman dari Cina. Marion dengan rendah hati membeberkan pengalamannya menggeluti bisnis waralaba es krim M.
Ternyata dibutuhkan anggaran antara 800 juta sampai 1 milyar rupiah untuk mengoperasikan 1 outlet es krim M. Dana sebesar itu meliputi biaya-biaya:
* waralaba 3 tahun
* beli mesin-mesin es krim, boba, dan lain-lain (berkisar 400-500 juta rupiah)
* sewa tempat
* renovasi tempat (berkisar 250-300 juta rupiah)
* bahan baku
* lain-lain
Yang dimaksud dengan biaya lain-lain diatas antara lain meliputi gaji dan bonus karyawan, perizinan outlet resmi maupun tidak resmi, dan sebagainya. Yang dimaksud dengan perizinan tak resmi itu misalnya membayar uang keamanan pada ormas setempat demi kelancaran operasional outlet. Daripada repot mengurusi ormas-ormas yang berbeda-beda datang minta ini-itu, Marion cenderung mencari informasi pada masyarakat setempat tentang ormas mana yang paling punya pengaruh di kawasan outletnya beroperasi. Selanjutnya dia akan bernegosiasi dengan ormas itu saja tentang biaya keamanan dengan syarat tak diusik pihak-pihak lain untuk seterusnya.
Pemilik waralaba es krim M tak mempunyai tempat pelatihan sendiri di Indonesia. Oleh karena itu pembeli waralaba baru diberi kesempatan untuk menjalani pelatihan selama satu minggu di outlet yang telah beroperasi. Marion diberi slot dua orang untuk training di outlet es krim M Bandung. Karena ingin menguasai bisnis ini dari bawah, Marion memutuskan untuk terjun menjalani pelatihan itu bersama seorang karyawannya. Mereka belajar dari nol mulai dari mengolah bahan, mempersiapkan minuman, hingga menyajikannya pada konsumen. Ternyata pengolahan boba itu lama, lho. Marion dan karyawannya harus masuk kerja satu jam sebelum outlet dibuka. Wow!
Lalu apa benefit yang diperoleh outlet Bandung tersebut dengan memberi pelatihan pada Marion dan karyawannya? Biasanya pihak pemilik waralaba akan memberi tambahan bahan-bahan produk sebagai kompensasi. Hal itu dialami Marion sendiri ketika setelah beberapa waktu outletnya beroperasi, juga dijadikan tempat pelatihan karyawan pembeli waralaba baru.
Bisa dibilang para pembeli waralaba es krim M ini cukup solid. Mereka punya grup WA sendiri bagi kawasan Jabodetabek dan bahkan Indonesia. Saling bertukar informasi tentang bisnis yang digeluti dan rutin menerima laporan dari pusat tentang ranking omzet tertinggi. Kebetulan outlet Marion selalu masuk menjadi 4 besar peraih omzet tertinggi setiap periode. Outlet pertamanya dulu mencapai BEP (Break Even Point atau balik modal) dalam kurun waktu 3-4 bulan, sedangkan outlet keduanya BEP sekitar 7-8 bulan. Kok cepet banget, ya? Apa rahasianya?
Dengan rendah hati Marion berkata mungkin waktu itu sedang momen booming-boomingnya es krim M. Minuman dingin yang berharga murah dan dipasarkan dengan konsep menarik sehingga mudah diterima banyak kalangan. Namun lagi-lagi yang berperan paling besar bagi bisnis kuliner adalah lokasi, lokasi, dan lokasi.
Setelah melakukan survey yang mendalam sebelumnya, Marion memutuskan menyewa tempat untuk outlet pertamanya di dalam gang perumahan yang padat penduduk dan dilalui banyak pengendara sepeda motor, terutama yang tidak memakai helm? Kenapa begitu? Karena kalau tidak memakai helm, berarti tempat tinggal pengendara itu masih di kawasan yang sama, tak jauh dari sana. Tak masalah gang itu kecil dan hanya muat dilewati satu mobil, karena yang dibutuhkan adalah pelanggan-pelanggan yang loyal dan lokasi tempat tinggalnya dekat dengan outlet, sehingga rasio frekuensi pembelian es krim bisa lebih tinggi. Pada kenyataannya outlet pertama Marion itu memang laris sekali sehingga dia kemudian membuka outlet kedua dan ketiga.
Bagi yang suka belajar serba-serbi bisnis F&B (Food and Beverage) dan waralaba, sangat direkomendasikan menonton podcast Christina Lie bersama Marion Liman ini dari awal sampai akhir. Karena isinya lengkap sekali mulai dari merintis bisnis hingga cara-cara pengusaha mencegah dan mengatasi kecurangan karyawan, menjaga hubungan baik dengan ormas setempat, dan etika-etika bisnis lainnya. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Pola Hidup Sehat Menurut para Ahli, terutama Naturopath dr. Hans Kristian
Muka semakin Dirawat kok Tambah Rusak, berikut Pendapat dr. Tompi

Komentar
Posting Komentar