![]() |
| Dok. Youtube Kasisolusi |
Kali ini podcast Kasisolusi menghadirkan bintang tamu yang dihadirkan jarang ditemui di acara serupa, yaitu Andrew Purnomo. Beliau adalah CEO dari brand kue populer yang berasal dari Bandung, yakni Kartika Sari. Pada Dery, host Kasisolusi, Andrew menceritakan cikal-bakal Kartika Sari yang semula merupakan produk rumahan biasa buatan ibunya.
Pada tahun 1974 ibu Andrew memulai usahanya membuat kue untuk dititipkan di pasar dengan sistem konsinyasi. Produk unggulannya adalah bolu. Beliau membuat aneka bolu kukus dan lapis Malang di rumah mereka, Jalan Haji Akbar. Rumah tinggal itu berada di dalam gang. Letaknya di belakang dan sama sekali tidak strategis untuk bisnis kuliner.
Kendala itu tak membuat sang ibu kecil hati. Beliau rutin menjalankan usaha kuenya. Selain pasar, ibu Andrew memanfaatkan rumah tetangganya yang dibuat sebagao tempat les yoga untuk memasarkan produknya juga. Lambat-laun banyak yang membeli kue dan tak jarang ibu-ibu peserta yoga memesan dalam jumlah banyak untuk acara-acara kantor.
Usaha yang berkembang membuat ibu Andrew menawari suaminya pekerjaan sebagai sopir untuk mengantar kue-kue pesanan konsumen. Ayah Andrew setuju dan meninggalkan pekerjaannya sebagai administrasi gudang sebuah perusahaan panci. Ibu Andrew semakin bersemangat melakukan inovasi pembuatan kue dengan resep-resep baru.
Terciptalah resep bolen pisang coklat yang di kemudian hari menjadi andalan produk mereka. Padahal di masa-masa awal pembuatannya, ibu Andrew sempat pesimis. Alasannya mereka harus mendapatkan banyak pisang dan menyimpannya dulu di rumah sampai tingkat kematangannya sesuai standar, baru bisa dibuat bolen. Proses produksinya juga ribet karena bolen harus digulung pakai tangan dan itu membutuhkan kekuatan lebih yang hanya bisa dilakukan laki-laki.
Untunglah ayah Andrew bersedia menggulung bolen secara konsisten, sehingga produk itu tak jadi ditiadakan. Ternyata keputusan itu tepat sekali karena selanjutnya produk bolen pisang coklat menjadi favorit konsumen. Saat itulah ayah Andrew mulai memikirkan nama merek dagang untuk bisnis mereka. Lahirlah nama Kartika Sari pada tahun 1986, tepat dua belas tahun setelah ibu Andrew merintis usaha kue. Lamba-laun bisnis kue Kartika Sari berkembang pesat hingga menjadi nomor satu di kota Bandung dan ternama hingga ke segenap penjuru nusantara.
Pada usia 25 tahun setelah menyelesaikan kuliah di Amerika Serikat, Andrew sebagai anak sulung memutuskan untuk fokus membantu bisnis orang tuanya. Dia memulai dari bawah, yaitu bagian produksi. Tugasnya memisahkan kuning dan putih telur. Andrew juga harus belajar tentang bahan dan cara membuat kue. Karena sejak kecil terbiasa melihat orang tua dan para karyawan membuat kue, dia cepat sekali belajar. Seiring berjalannya waktu akhirnya Andrew diangkat sebagai CEO Kartika Sari. Adiknya yang semula tak berkontribusi akhirnya berhasil ditarik turut membantu bisnis keluarga.
Kartika Sari berekspansi semakin luas dengan membuka berbagai cabang di Bandung dan kota-kota lainnya. Brand ini juga merambah pemasaran secara online melalui media sosial dan marketplace. Perusahaan mengikuti modernisasi dengan menerapkan sertifikasi ISO dan Halal.
Inovasi tak henti-hentinya dilakukan. Muncullah anak perusahaan Kartika Toast yang berfokus pada produk kue kering sehingga bisa diekspor ke luar negeri karena tahan lama. Produk andalannya adalah bagelen klasik mentega. Kue kering yang empuk tapi gurih ini menjadi favorit pecinta Kartika Toast.
Generasi kedua keluarga pemilik brand Kartika Sari telah menunjukkan keberhasilan mengelola perusahaan. Lalu bagaimana dengan generasi ketiga? Buruan cus ke kanal Youtube Kasisolusi buat mengikuti kisah selengkapnya :D
Inovasi Jadi Kunci Kesuksesan Toko Roti Kartika Sari Bandung

Komentar
Posting Komentar