![]() |
| Instagram @mvppictures_id |
Tahu Pidi Baiq? Dia adalah pengarang novel best seller Dilan yang juga mendapat apresiasi luar biasa waktu difilmkan. Nah, film drama romantis Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu ini diadaptasi dari buku kumpulan kutipan dari ucapan dan lirik lagu Pidi Baiq. Dia juga berperan sebagai penulis skrip film ini bersama Titien Wattimena. Yang didapuk sebagai sutradara adalah Kuntz Agus. Film ini tayang perdana di bioskop pada 21 November 2024.
Artis-artis
yang membintangi film ini antara lain:
Adinia
Wirasti sebagai Mera
Ajil
Ditto sebagai Sadali
Hanggini
sebagai Arnaza
Film
Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu berlatar di kota Yogya dan Bukittinggi, Sumatera
Barat, tahun 1998. Kisahnya tentang Sadali, pemuda asal Bukittinggi yang hendak
meneruskan pendidikan ke kampus di Yogyakarta jurusan seni rupa. Sebelum
berangkat dia dijodohkan orang tuanya dengan Arnaza, gadis manis asal
Bukittinggi juga. Untungnya dua muda-mudi itu saling menyukai dan tak keberatan
pertunangan dilangsungkan sebelum Sadali kuliah di Yogyakarta.
Selanjutnya
Sadali mencari kos-kosan di Yogyakarta. Pemuda itu akhirnya menyewa kamar di
rumah Mera, seorang wanita cantik beranak satu yang tengah mengurus perceraian.
Rumah itu kosong, tapi satu komplek dengan galeri lukisan, kafe, dan kebun
kesayangan Mera. Sadali jatuh cinta pada wanita menawan itu sejak pandangan
pertama. Intensnya pertemuan dengan Mera membuat perasaan itu bertumbuh subur.
Si
pemuda aktif mendekati Mera saat wanita itu sendirian berkebun, berada di
dapur, dan sebagainya. Percakapan yang semula membahas hal-hal umum berkembang
menjadi curahan isi hati. Sadali bahkan mengajak wanita itu menemaninya melukis
di tembok bangunan Yogyakarta secara ilegal, hingga mereka kabur waktu
dikejar-kejar Satpol PP. Hahaha....
Mera
sendiri tersentuh hatinya. Sadali membuat hidup wanita itu berwarna pada saat
menjalani proses perceraian. Namun ada satu momen Mera menyadari bahwa jarak
usia dan status sosial membuatnya tak layak bersanding dengan pemuda itu. Mera menghindar
waktu hendak dicium Sadali.
Sementara
itu perasaan sang pemuda semakin dalam. Arnaza di Bukittinggi mulai resah
karena surat dari tunangannya semakin jarang datang. Hingga suatu ketika Sadali
muncul dan membawa berita yang mengejutkan.
Berita
apakah itu? Bagaimana nasib cinta segitiga antara Sadali, Mera, dan Arnaza?
Film
Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu banyak menampilkan visualisasi kesenian lukis di
kota Yogyakarta. Entah itu di galeri seni, kafe, maupun tembok-tembok bangunan.
Keindahan pemandangan alam pegunungan Bukittinggi juga tak kalah menawan. Alur
cerita yang disajikan runtut mulai dari awal pertemuan Sadali dengan Arnaza,
Mera, hingga konflik cinta segitiga mereka.
Menonton
film ini menenteramkan hati, sebagaimana film-film romansa berlatar tahun 90-an.
Dialog-dialognya halus. Kalaupun ada adegan pertengkaran ya masih sopan, tidak
banjir kata-kata kebun binatang seperti zaman sekarang. Ending yang ditampilkan
pun tak terduga, tapi justru terasa realistis. Bagi penyuka film Gita Cinta dari
SMA maupun Puspa Indah Taman Hati yang dibintangi Prilly Latuconsina, film
Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu ini bisa menjadi pilihan.
Film Pantaskah Aku Berhijab Mengupas Beratnya Beban Mental Perempuan Berhijab

Komentar
Posting Komentar